Kehebatan kamera Nokia PureView yang menjadi device terakhir Symbian nampaknya membuat Nokia tertarik untuk bisa menanamkannya pada sebuah perangkat smartphone Windows Phone 8 seri Lumia. Kabar Nokia yang mendesain sebuah smartphone seri Lumia dengan resolusi kamera 41 mega piksel nampaknya bukan isapan jempol semata.

Seperti dikutip dari Gsm Arena, perangkat smartphone seri Lumia dengan os Windows Phone 8 yang menggunakan kamera dengan resolusi 41 mega piksel tersebut terdeteksi masuk dalam database sebuah operator telekomunikasi di Cina yaitu China Mobile.


Perangkat smartphone dengan kamera 41 mega piksel tersebut punya kode nama Lumia 1000. Sebelumnya nama smartphone Lumia yang mengususng kamera 41 mega piksel dirumorkan bernama EOS.
Dengan makin tingginya penetrasi pasar Windows Phone pada tahun ini, Nokia memang sengaja mengusung jargon smartphone dengan kamera terbaik. Lihat saja kehebatan Lumia 920 yang termasuk dalam samrtphone berpredikat kamera terbaik.

Sejauh ini penjualan smartphone seri Lumia tergolong tinggi dibandingkan smartphone yang mengadopsi Windows Phone 8 lainnya seperti HTC, ZTE, ataupun Samsung. Bukan tidak mungkin Nokia akan menjadi penguasa di Windows Phone, sama seperti Samsung di Android.

Kehadiran smartphone Lumia dengan kamera 41 mega piksel tentunya akan merubah image Nokia yang selalu dibilang lambat beradaptasi pada segmen smartphone. Perpaduan kamera yang hebat plus dukungan platform Windows Phone 8 semakin membuat smartphone seri Lumia dari Nokia akan lebih diminati.

Apple harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka kini dilarang memakai nama iPhone di Brazil. Alasannya ialah karena sebuah perusahaan lokal asal Brazil yaitu Gradiente Eletronica berhasil memenangkan sengketa terkait kepemilikan nama iPhone di Brazil.


Perusahaan lokal tersebut tercatat sudah mendaftarkan hak paten dengan nama iPhone pada tahun 2000 silam. Sedangkan Apple pada tahun 2010 an berusaha masuk dan menjual produk smartphone mereka tentunya dengan nama yang sudah familiar di telinga kita yaitu iPhone.


Kemenangan produsen lokal asal Brazil tersebut tentunya sedikit mengingatkan kita bahwa Apple juga sering mengalami masalah yaitu berupa menjadi tergugat oleh beberapa perusahaan tertentu. Salah satu contoh yang masih kita ingat adalah penggunaan nama iPad yang disinyalir terlebih dahulu digunakan oleh sebuah produsen elektronik asal Cina.
Untuk kasus iPad sendiri, Apple kabarnya membayar kompensasi dan menyelesaikan lewat jalur damai dengan membayar paten nama iPad. Entah berapa angka biaya kompensasi tersebut, yang jelas Apple harus mengakui bahwa pemakai nama iPad pertama kali bukanlah mereka.

Sedangkan kasus iPhone di Brazil, uniknya perusahaan pemenang sengketa hak paten nama iPhone tersebut sudah dan akan terus menggunakan nama iPhone untuk produk smartphone android. Maka jangan heran ketika ada nama iPhone yang menggunakan os android, namun iPhone yang dimaksud bukanlah produk dari Apple seperti yang kita ketahui.

Source : http://blog.fastncheap.com

Pada tulisan kali ini saya akan mencoba mengulas sedikit perihal tehnik mastering   digital musik menggunakan metode Har Ball Internasional and VST-mastering dengan sedikit modifikasi pada beberapa prosedurnya. Kesempurnaan hasil metode ini sepenuhnya bergantung pada hasil proses mixing  musik digital yang telah kita lakukan. Dalam contoh-contoh musik digital yang saya pergunakan masih kurang bagus dalam hal mixingnya, tetapi hal ini tidak terlalu bermasalah karena saat ini yang saya bahas adalah tehnik mastering.

Langkah awal, simpan musik digital anda kedalam wav-file dengan spesifikasi 16 bit/44100 HZ dengan headroom sekitar -6 db, load atau buka file tersebut pada software audio editing, dalam hal ini saya mempergunakan Wave-Lab, karena selain mudah didapat, juga kompatibel dengan plugins-plugins tambahan yang umum dipakai.

Dan inilah contoh musik digital yang akan kita mastering  MUSIK SEBELUM MASTERING, satu hal yang perlu dicatat bahwa pembuatan musik digital ini dilakukan secara analog-recording (direkam dengan menggunakan instrument asli) tetapi proses mixing sampai dengan masteringnya dilakukan secara digital processing.


Lakukan analisa awal terhadap peak RMS musik yang akan kita mastering, dalam contoh musik saya tersebut RMS average peak levelnya berada pada kisaran -27,15 db sampai -26,40 db, padahal untuk musik-musik yang beredar di pasaran umum saat ini RMS average peak levelnya berada pada kisaran -12 db sampai -10db. Kesimpulannya hasil mixing tersebut harus dinaikkan gainnya sekitar 16 db agar dapat memenuhi standar lagu-lagu komersial serta bilamana disejajarkan dengan musik-musik produk studio-studio besar tidak menjadi tenggelam alias 'kependhem'. Dengan kata lain hasil mastering kita tidak kalah jauh dibandingkan dengan hasil mastering dari studio-studio besar lainnya.

Langkah selanjutnya adalah pasang plugins standar pada bagian effect wave-lab yaitu gunakan resampler 192 KHz, bx_solo, dan dibagian dithering (bawah kanan) pasang UV 22 HR. Selanjutnya element (plugins) pertama yang kita pasang adalah Waves REQ2Band untuk memotong low frequency dan high frequency, semua frekwensi yang berada di bawah 30 HZ akan dipangkas habis.





Element berikutnya adalah kita pergunakan Waves LinMB, yang berupa 5 band multiband compressor yang berguna untuk memberikan headroom yang cukup banyak agar kita bisa mengangkat gainnya semaksimal mungkin. Adapun cara penggunaan Waves LinMB ini adalah sebagai berikut, pertama-tama atur posisi range (dengan menggeser tabulasi) pada posisi -6, klik tabulasi 'Knee' (kanan bawah)  dan atur pada posisi 'Hard', kemudian putar musik anda, ulang sekali lagi, lihat serta perhatikan angka-angka yang muncul pada keempat kotak hitam kecil dibagian bawah. Angka-angka tersebut merupakan angka penyesuaian yang harus kita terapkan pada baris Threshold (baris pertama di atas gain).

Langkah berikutnya adalah samakan angka-angka yang muncul pada baris Threshold (yang awalnya 0.0) dengan angka-angka yang muncul pada kotak-kotak kecil dibawah Rel. Putar ulang musik anda, dan perhatikan kalau-kalau angka yang muncul di bagian bawah masih berubah. Dan kalau terjadi perubahan, sesuaikan pula angka-angka yang ada di baris Threshold (thrsh). Setelah angka-angka tersebut sama dan tidak ada yang berubah lagi, maka lakukan langkah berikut : klik tabulasi 'Make-Up' dan ubah menjadi 'auto'.


Tahap berikutnya adalah, seret (kebawah) tabulasi 'Master' sampai 'range warna biru' yang muncul di layar naik keatas, dan sinyal audio yang berwarna kuning berada tepat berada di tengah-tengah 'range warna biru' tersebut. Perhatikan gerakan sinyal 'warna kuning', dia akan naik turun seirama dengan musik yang sedang kita dengarkan (dalam proses mastering).
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar disamping ini, 'range warna biru' telah naik ke atas  dan sinyal audio (warna kuning) telah berada di tengah-tengahnya.

http://dolananmusik.blogspot.com